Oleh: Thoriq Tri Prabowo
Lagi, saya akan berbicara mengenai tulisan. Seperti janji saya di LOL Eps.2 kemarin, saya akan berdiskusi dengan penulis pustakawan yang sudah ahli dan melalang buana, yaitu adalah Moh. Mursyid. Saya mengatakan demikian karena Ia memang pustakawan yang ahli di bidang kepenulisan, terbukti sudah beberapa buku yang Ia tulis dan terbitkan beberapa di antaranya adalah: Gerakan Literasi Membangun Negeri, Pustakawan dan Media Massa, Pembelajaran yang Menarik, Bangga Menjadi Pustakawan, Be A Writer Librarian (akan segera terbit) dan banyak artikel di media massa (Koran).
Banyak pustakawan yang sudah menulis, tetapi justru malu jika tulisannya dibaca orang lain. Hal tersebut ditanggapi sinis oleh Moh. Mursyid “lho bagaimana orang lain akan percaya dengan tulisan kita jika kita sendiri tidak percaya?”, dari kutipan tersebut kita belajar bahwa untuk mendapatkan perhatian dari pembaca kita harus yakin dengan apa yang kita tulis. Dari kasus di atas bisa kita ketahui bahwa semua orang mampu untuk menulis, hanya persoalan mau atau tidak. Dalam hal ini kemauan menjadi kunci utama untuk memulai membuat sebuah tulisan.
Satu hal yang menarik ketika ditanya resep menjadi pustakawan penulis. Ia menjawab, “Menulis itu ibarat memasak”. Dijelaskan lagi bahwa tidak ada resep khusus untuk menulis, sama halnya tidak ada resep khusus untuk memasak secara enak. Sebagai contoh seorang Ibu yang memasak setiap hari, tanpa ditakar bumbu dan rempahnya-pun akan menghasilkan masakan yang difavoritkan oleh anak-anaknya. Semuanya mengalir begitu saja ketika penulis/pemasak melakukan kegiatan tersebut secara berulang-ulang hingga menjadi sebuah kebiasaan.
Menulis adalah sebuah proses panjang, yang tidak bisa dicapai secara instan. Untuk menjadi penulis, pada awalnya memang harus dipaksa. Dipaksa? Iya, tentu akan sakit di awal, tetapi seiring dilakukannya secara berulang-ulang maka kita akan menjadi terbiasa. Berawal dari kebiasaan itulah kita akan menemukan jati diri kepenulisan kita. Hal tersebut akan sangat terlihat pada tulisan kita yang pertama dengan tulisan yang ke sepuluh.
Di bawah ini adalah kumpulan karya-karya dari Moh. Mursyid:





