Tuesday, 5 January 2016

LOL #LibrarianOnLine Episode Terakhir

Oleh: Thoriq Tri Prabowo

Terimakasih kepada rekan-rekan yang sudah berpartisipasi dalam pembuatan Video ‪#‎LibrarianOnLineTheLast‬. Sekali lagi saya tekankan bahwa Video ‪#‎LibrarianOnLine‬ ‪#‎KIMV‬ hanyalah sebuah permulaan untuk memantik kreativitas teman-teman yang menyaksikan, tanpa bermaksud menggurui. Semoga karya kecil ini bisa menginspirasi teman-teman (pustakawan) untuk lebih produktif lagi membuat karya-karya yang positif, amin.

Dalam video tersebut ada banyak komentar terkait Video LOL yang saya buat. Saya kira semua komentarnya positif dan membangun. Semakin membuat saya termotivasi untuk membuat karya-karya serupa atau yang lebih hebat lagi di waktu yang akan datang. Keputusan saya membuat video dengan judul 'Terakhir' adalah untuk memulai dan mempersiapkan LOL babak baru setelah ini. Mengingat saya kini yang tengah menghadapi UAS juga harus berkonsentrasi ke UAS dulu. Jadi nantikan LOL dengan (mungkin) kemasan yang berbeda.
Gambar Partisipan Video The Last of #LibrarianOnLine

Video LOL Episode Terakhir bisa dilihat di bawah ini, sampai jumpa di LOL generasi selanjutnya. Tetap produktif, berkarya positif, dan menginspirasi UNSTOPPABLE MOVEMENT!.

 
Sumber: Channel Youtube Thoriq Tri Prabowo

Monday, 21 December 2015

LibrarianOnLine Quiz #LOLQuiz


Seperti janji saya pada LOL Eps.4 ketika berkunjung di TBM Guyub Rukun bahwa LOL akan mengadakan Quiz, pada Episode ke-6 ini LOL akan mencoba menepati janjinya. Lalu lomba macam apa yang akan diselenggarakan oleh LOL. Caranya cukup singkat ternyata. Lomba ini akan diselenggarakan di Facebook. Jadi teman-teman yang ingin mengikuti lomba ini harus memiliki akun facebook. Lombanya adalah Memvote Episode LOL favorit teman-teman dari episode 1 sampai dengan episode 6 ini.

Setelah memvote episode favorit, teman-teman juga harus memberikan alasan yang menarik dan unik. Nah, disitulah akan saya nilai orisinalitas dan keunikan komentar dari teman-teman. Lomba ini saya buat bukan tanpa dasar, selain untuk membuat aktivitas virtual, lomba ini saya tujukan untuk mengevaluasi video yang telah saya unggah pada 6 minggu terakhir ini. Saya ingin mendengarkan kritikan dan saran dari teman-teman yang menyaksikan LOL mulai dari Eps.1. Selain mengomentari jangan lupa sertakan tagar/hashtag #LOL #LibrarianOnLine #LOLQuiz dan #KIMV lalu mention kea kun facebook saya Thoriq Tri Prabowo.

Jadi ingat kan teman-teman apa saja yang harus dilakukan?
1. Vote LOL Episode Favorit kalian
2. Berikan alas an, kritik dan komentar yang menarik
3. Sertakan tagar/hashtag #LOL #LibrarianOnLine #LOLQuiz dan #KIMV
4. Mention akun facebook saya (Thoriq Tri Prabowo)

Sesuai janji saya kemarin. 2 komentator terbaik akan saya beri hadiah berupa Kaos Merch TBM Guyub Rukun dan 1 Buah buku yang saya ikut berpartisipasi menulis “Bangga Menjadi Pustakawan”. Sangat menarik bukan? Tunggu apa lagi? Ayo ikuti kuisnya!

Kaos Merch TBM Guyub Rukun

Informasi selanjutnya silakan saksikan penjelasannya di video LOL #LibrarianOnLine Eps.6 di bawah ini:


Tuesday, 15 December 2015

Jalan-Jalan ke Perpustakaan Masjid Al-Manar


Berbicara mengenai dunia kepustakaan, maka tidak bisa dilepaskan dari sejarah perpustakaan itu sendiri. Terlebih kepustakaan dalam konteks islam, untuk mempelajarinya peneliti wajib membaca literatur-literatur yang berkaitan dengan sejarah kepustakaan islam. Seperti yang diketahui, bahwa peradaban Islam di Timur Tengah pernah mencapai puncak kejayaan pada masa lampau, hal tersebut sejalan dengan perkembangan pengetahuan yang terjadi pada masa itu. Artinya, pengetahuan menentukan maju atau tidaknya sebuah peradaban.

Konsep-konsep yang masih dipraktekkan hingga saat ini sebagian besar adalah konsep yang sudah diterapkan pada masa lalu. Sehingga sudah sangat wajar jika umat Islam (khususnya) untuk mempelajari perkembangan pengetahuan dan kepustakaan pada masa kejayaan kepustakaan Islam untuk mengembalikan kejayaan yang pernah dicapai.

Jika dibandingkan Negara-negara di Timur Tengah dan Eropa, mungkin sejarah kepustakaan Islam di Nusantara masih sedikit tertinggal. Namun khazanah kepustakaan masjid di Nusantara juga tidak kalah menarik untuk dipelajari, khususnya Masjid-Masjid di era modern ini. Masjid memiliki banyak fungsi, yang salah satunya adalah sebagai lembaga pendidikan. Agar fungsi ini dapat menunjang kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan tata kehidupan umat dan berjalan dengan baik dan optimal, perlu adanya sarana dan prasarana penunjang.

Masjid Al-Manar

Salah satu sarana dan prasarana penunjang masjid sebagai lembaga pendidikan adalah perpustakaan, yang mana dengan perpustakaan, akan tersedia sarana bacaan yang dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan keagamaan bagi umat islam.  Perpustakaan masjid merupakan salah satu jenis dari perpustakaan khusus, yaitu perpustakan yang ada di tempat ibadah (masjid). Perpustakaan Masjid di lingkungan Yogyakarta memang sangat banyak. Satu hal yang menarik perhatian saya (yang memotivasi untuk membuat Video LOL #LibrarianOnLine Eps.5 ini) adalah Perpustakaan Masjid Al-Manar. Masjid tersebut berlokasi di Jurugentong, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta (Belakang JEC).

Monday, 7 December 2015

Rahasia Dapur TBM Guyub Rukun


TBM, begitu mendengarnya bagi kalangan akademisi dan praktisi perpustakaan dan informasi mungkin tidak asing. Iya, TBM merupakan kependekan dari Taman Baca Masyarakat. Yaitu semacam perpustakaan yang berdiri karena swadaya masyarakat atau perorangan. Saya tidak akan membahas panjang lebar mengenai definisi TBM, atau mengasosiasikan definisi TBM tersebut dengan definisi perpustakaan. Dalam postingan kali ini saya akan membahas salah satu pengalaman saya jalan-jalan ke TBM yang saat ini cukup popular karena keunikannya di Jogja. TBM yang saya maksud adalah TBM Guyub Rukun, sedikit berbeda dengan TBM yang lain yang biasanya terdapat di dalam rumah, TBM ini berada di teras rumah sehingga TBM-pun berasal dari istilah (Teras Baca Masyarakat).

Foto Triyanto Bersama Saya


Foto Kegiatan Parenting di TBM Guyub Rukun

Sedikit berkenalan dengan penggagas dan pengelolanya yang merupakan teman kuliah saya di Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga yaitu Triyanto. Triyanto adalah sosok yang bisa dibilang tidak terduga dalam pengembangan TBM ini, banyak yang tidak menduga namanya akan setenar ini dalam komunitas TBM di Yogyakarta. Pasalnya sewaktu kuliah Triyanto (yang akrab dipanggil dengan Timbul) itu adalah sosok yang pendiam dan jarang diketahui gelagat aktivitasnya, terutama dalam kegiatan yang berhubungan dengan kepustakawanan dan minat baca. Namun, siapa disangka Triyanto menjadi Kuda Hitam untuk mendongkrak minat baca di lingkungannya, yang cukup menginspirasi anak-anak muda yang lain. Beralasan dari kesamaan visi dan misi ini saya host LOL #LibrarianOnLine tertarik untuk jalan-jalan dan sedikit bertanya mengenai rahasia dapur kesuksesannya.

Tuesday, 1 December 2015

Moh. Mursyid: Menulis Itu Ibarat Memasak


Lagi, saya akan berbicara mengenai tulisan. Seperti janji saya di LOL Eps.2 kemarin, saya akan berdiskusi dengan penulis pustakawan yang sudah ahli dan melalang buana, yaitu adalah Moh. Mursyid. Saya mengatakan demikian karena Ia memang pustakawan yang ahli di bidang kepenulisan, terbukti sudah beberapa buku yang Ia tulis dan terbitkan beberapa di antaranya adalah: Gerakan Literasi Membangun Negeri, Pustakawan dan Media Massa, Pembelajaran yang Menarik, Bangga Menjadi Pustakawan, Be A Writer Librarian (akan segera terbit) dan banyak artikel di media massa (Koran).
Moh. Mursyid

Banyak pustakawan yang sudah menulis, tetapi justru malu jika tulisannya dibaca orang lain. Hal tersebut ditanggapi sinis oleh Moh. Mursyid “lho bagaimana orang lain akan percaya dengan tulisan kita jika kita sendiri tidak percaya?”, dari kutipan tersebut kita belajar bahwa untuk mendapatkan perhatian dari pembaca kita harus yakin dengan apa yang kita tulis. Dari kasus di atas bisa kita ketahui bahwa semua orang mampu untuk menulis, hanya persoalan mau atau tidak. Dalam hal ini kemauan menjadi kunci utama untuk memulai membuat sebuah tulisan.

Satu hal yang menarik ketika ditanya resep menjadi pustakawan penulis. Ia menjawab, “Menulis itu ibarat memasak”. Dijelaskan lagi bahwa tidak ada resep khusus untuk menulis, sama halnya tidak ada resep khusus untuk memasak secara enak. Sebagai contoh seorang Ibu yang memasak setiap hari, tanpa ditakar bumbu dan rempahnya-pun akan menghasilkan masakan yang difavoritkan oleh anak-anaknya. Semuanya mengalir begitu saja ketika penulis/pemasak melakukan kegiatan tersebut secara berulang-ulang hingga menjadi sebuah kebiasaan.

Menulis adalah sebuah proses panjang, yang tidak bisa dicapai secara instan. Untuk menjadi penulis, pada awalnya memang harus dipaksa. Dipaksa? Iya, tentu akan sakit di awal, tetapi seiring dilakukannya secara berulang-ulang maka kita akan menjadi terbiasa. Berawal dari kebiasaan itulah kita akan menemukan jati diri kepenulisan kita. Hal tersebut akan sangat terlihat pada tulisan kita yang pertama dengan tulisan yang ke sepuluh.

Di bawah ini adalah kumpulan karya-karya dari Moh. Mursyid:

Tuesday, 24 November 2015

How to Write An Article?


Menulis, sesuatu yang kedengarannya mudah tetapi tidak banyak orang lakukan.  Dalam dunia akademik, menulis adalah keterampilan yang wajib dimiliki karena dengan menulislah komunikasi ilmiah antara akademisi bisa dilakukan. Dalam beberapa kesempatan bahkan seorang akademisi bisa mengenal betul orang lain hanya karena membaca tulisan-tulisan ilmiahnya. Berlandaskan fenomena itulah saya mencoba membahas ‘Bagaimana cara menulis artikel?’ di video diary LOL #LibrarianOnLine Episode ke-2 ini.

Pustakawan dan dunia kepenulisan, dua hal yang sangat dekat. Iya, selama ini kebanyakan pustakawan hanya mengelola informasi yang ditulis oleh orang lain. Sementara, kapasitas mereka sebagai sebuah profesi yang diakui atau tidak memberi efek kepada masyarakat sekitar juga sebenarnya mampu untuk menghasilkan sebuah karya (tulisan). Bahkan pada konsep kemas ulang informasi, pustakawan dituntut untuk bisa ‘menulis’, entah dengan media apapun. Untuk menyikapi permasalahan itu, saya merasa perlu membuat sebuah postingan yang berkaitan dengan pustakawan dan kepenulisan. Pustakawan harus mulai untuk menulis, entah di media apapun (termasuk video, cek #LibrarianOnLine).



Kebetulan sekali momentumnya pas. Saat ini Moh. Murysid, seorang pustakawan penulis mengajak teman-teman pustakawan untuk berkolaborasi, menulis sebuah buku bunga rampai berisi opini pustakawan mengenai tema yang ditentukan, yaitu ‘Bangga Menjadi Pustakawan’. Nah, disitu saya tertarik untuk belajar menulis, saya mencoba untuk bergabung dengan program yang diadakan Moh. Mursyid dengan mengirimkan satu artikel saya.

Tuesday, 17 November 2015

LOL #LibrarianOnLine


Halo teman-teman, lama tidak berjumpa. Mohon maaf karena kemalasan saya, saya jarang nulis lagi di blog ini. Sebenarnya ada banyak sekali momen-momen penting yang tidak terdokumentasikan dalam blog ini. Namun, tenang saja teman-teman insyaallah mulai sekarang saya akan mencoba nulis lagi. Seperti muncul tiba-tiba, memangnya ada apa ya? Nah, itu adalah pertanyaan yang sangat lazim bagi teman-teman yang dulu sempat mengikuti beberapa postingan saya. Bukan karena apa-apa sebenernya, tetapi hanya karena kegelisahan saya saja yang ingin saya coba tuliskan, dan berharap mendapatkan respon dari teman-teman. Tujuannya apa? Tujuannya adalah untuk menemukan solusi-solusi dari permasalahan yang saya gelisahkan.

Nah kita mulai ya,

Pustakawan, begitu teman-teman mendengarnya. Apa yang ada di benak teman-teman? Saya menduga, bahwa dari jawaban teman-teman kebanyakan akan bilang “pustakawan adalah tukang jaga buku”, atau “pustakawan adalah tukang menata buku”. Tukang? Penjaga buku? Penata buku? Yap! Saya tidak akan membenarkan dan menyalahkan teman-teman. Karena dalam tulisan ini saya lebih ingin berdiskusi, bukan menghakimi. Saya sendiri, sudah hampir dua tahun bekerja di perpustakaan. Yang bisa dibilang bahwa saya adalah pustakawan. Baiklah, saya akan mengkonfrmasi apakah jawaban dari kebanyakan teman-teman, apakah benar atau salah? Jawaban saya adalah relatif. Relatif apa? Iya relatif, tergantung dari pustakawan yang teman-teman lihat. Dari kebanyakan yang teman-teman lihat pasti akan membentuk opini dan pengetahuan bagi teman-teman dalam mendefinisikan pustakawan.

Saya akan memberikan informasi mengenai definisi pustakawan menurut UU No 43 Tahun 2007. Secara singkat dijelaskan bahwa pustakawan adalah orang yang memiliki kompetensi dalam mengelola perpustakaan, tentu kompetensi tersebut tidak didapatkan secara instan, harus melalui pendidikan dan pelatihan. Lalu muncul pertanyaan jika hanya menata dan menjaga buku? Apakah harus jadi diploma, sarjana, master atau bahkan doktor? Menurut anda bagaimjana? Hmm, mulai ragu dengan keprofesian ini? Sebentar dulu!

Seperti yang saya sebutkan di awal, mungkin “menata buku” atau “menjaga buku” memang benar kami lakukan. Tetapi yang perlu digaris bawahi adalah, bukan hanya kegiatan tersebut yang kami lakukan. Lalu apa yang pustakawan lakukan? Iya seperti yang teman-teman sedang baca ini, kami bisa menulis, kami mengetahui tren, kami paham dengan perkembangan, kami bisa berkolaborasi dengan peneliti, kami bisa membuat sistem informasi, ya kami bisa apa saja. Permasalahannya adalah mengapa semua kebisaan tersebut tidak melekat pada pustakawan? Mungkin, karena teman-teman tidak pernah melihat pustakawan melakukan semua kebisaannya.
Nah tulisan saya kali ini akan mencoba membuat terobosan, agar pustakawan yang teman-teman anggap sebagai profesi yang kuno, monoton, kolot, dan kudet ini imenjadi profesi yang dikenal, dipertimbangkan, dan dijadikan cita-cita oleh anak-anak kita kelak. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan melakukan movement (perubahan). Movement ini saya beri istilah LOL, bukan laugh of loud, tetapi #LibrarianOnLine.

Friday, 17 October 2014

I'MPOSSIBLE

Lama tak jumpa temen-temen, iya ini malam saya nongol setelah lama 'ngilang' nggak jelas, nggak produktif, rugi banget hanya karena secuil kesibukan saya melupakan 'diary' ini. Iya sesuai yang saya bicarakan barusan, saya baru ingat bahwa salah satu fungsi weblog gratisan kaya punya saya ini fungsinya lumayan juga buat nyampah nggak jelas, terutama yang udah punya semua sosial media kayak facebook, twitter, path, instagram, semuanya udah nggak ada tempat aman buat nyampah atau sekedar curhat, nah disini nih yang lumayan aman untuk 'nyampah'.
Oke deh nggak usah buang-buang waktu. Dewasa ini, tepatnya setelah wisuda (10/08/2014) kehidupan saya terasa sangat melelahkan. Entah apa karena pada waktu itu saya memutuskan mengambil double job untuk menjadi Pustakawan di salah satu sekolah tinggi ilmu kesehatan di kota saya (Yogyakarta) dan menjadi Wartawan lepas dari salah satu dinas provinsi? Saya bertanya-tanya, hingga saya menemukan satu jawaban. Untuk melakukan keduanya saya secara fisik merasa cukup lelah, tetapi dari segi mental kedua pekerjaan tersebut memberi saya kepuasan tersendiri, terlebih memang karena saya lumayan tertarik pada kedua bidang tersebut. Saya mulai berpikir saya tidak mungkin akan merasa lelah mengerjakan satu hal yang saya sukai. Bukan, berarti jawabannya bukan itu gumamku dalam hati. Lalu muncul kembali apa yang membuat saya terus bertanya kegelisahan yang setiap malam saya rasakan, setiap malam selalu mengganggu tidur saya? Ada apa sebenarnya?

Fakta menarik lainnya, beberapa waktu terakhir ini saya cenderung memutar lagu yang itu-itu saja, mungkin tetangga kos saya sudah mulai bosan bertetanggaan kamar dengan saya. Lagu-lagu melankolis itu yang saya dengar, lagu-lagu sheila on 7 salah satunya seperti "Pria Kesepian", "Seberapa Pantas" dan "Pemuja Rahasia". Beberapa lagu tersebut selalu saya putar setiap pagi sambil saya menghabiskan segelas kopi panas saya. Secara musikal saya tidak menyangkal bahwa yang saya dengarkan adalah 'kualitas' dari pemain gitar Erros Candra sebagai salah satu Gitaris favorit saya. Lalu apa yang janggal sebenarnya? Karakter dari lagu itu. Iya karakter dari lagu itu bisa jadi adalah gambaran perasaan saya, perasaan saya kepada siapa? Entahlah saya tidak mengetahuinya.

Monday, 25 August 2014

Statement of Purpose

Berikut adalah contoh statement of purpose sebagai persyaratan untuk mendaftarkan diri pada Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, khusunya pada Prodi Interdisciplinary Islamic Studies dengan minat Ilmu Perpustakaan dan Informasi, semoga bermanfaat bagi temen-temen yang pengen daftar juga. Cekidot!

Statement of Purpose
Nama saya Thoriq Tri Prabowo, saya lahir di Temanggung pada 14 Maret 1993. Saya adalah Alumni Sarjana Strata 1 dari Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Saya memiliki ketertarikan terhadap perpustakaan, kepenulisan, jurnalistik, dan teknologi informasi, beberapa diantaranya pernah menjadi materi perkuliahan saya meskipun tidak dibahas secara detail. Selain kuliah kegiatan yang saya lakukan pada program pendidikan sarjana adalah menulis. Beberapa tulisan saya pernah dimuat pada media massa: SKH Kedaulatan Rakyat, Republika dan WawasaNews.

Sunday, 4 May 2014

Abstrak Skripsi

Oleh: Thoriq Tri Prabowo
Lama tak jumpa, beberapa waktu terakhir sibuk bikin skripsi soalnya. Nggak percaya? Oke deh kalo nggak percaya, langsung aja abstraknya saya posting. Ya kira-kira besok kalo temen-temen mau bikin abstrak skripsi/buku ya kira-kira kaya gini lah, cekidot!

INTISARI

EFEKTIVITAS OPAC PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2013 (TINJAUAN RECALL DAN PRECISION)

Oleh:
Thoriq Tri Prabowo
10140021

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui efektivitas OPAC Perpustakaan Umum Kabupaten Temanggung tahun 2013 berdasarkan tinjauan recall dan precision. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Penulis ingin mengetahui efektivitas OPAC berdasarkan tinjauan recall dan precision. Penentuan sampel menggunakan teknik purposif, yaitu berdasarkan subyek koleksi yang intensitas peminjamannya paling tinggi. Sampel diambil dari kata kunci subyek dengan berpedoman tajuk subyek berjumlah 30 responden, diambil dari masing-masing 3 dari sepuluh kelas utama DDC. Pengumpulan data menggunakan observasi dengan alat bantu komputer untuk mengumpulkan hits, noises, dan misses dari masing-masing responden. Analisis data menggunakan rumus recall dan precision dan kemudian dari ke-30 responden dihitung rata-ratanya menggunakan rumus mean. Hasil pencarian pada ruas judul menghasilkan rata-rata persentase precision 72,513% dan recall 56,912% dengan tanggapan waktu 3,3305 detik. Dan pada ruas subyek menghasilkan precision 76,666% dan recall 40,709% dengan tanggapan waktu 0,7754 detik. Dari hasil perhitungan tersebut bisa disimpulkan bahwa sistem temu kembali informasi (OPAC) Perpustakaan Umum Kabupaten Temanggung pada tahun 2013 sudah bisa dikatakan efektif, karena persentase precision lebih besar daripada persentase recallnya, yaitu lebih dari 50%. Dalam penelitian ini diketahui bahwa pencarian akan lebih efektif menggunakan ruas subyek karena persentase precisionnya lebih besar daripada hasil pencarian pada ruas judul. Ketidak konsistenan dalam mengindeks dan mengklasifikasi menyebabkan sedikitnya persentase recall dan precision yang dimungkinkan bisa lebih besar daripada itu.
Kata Kunci: Efektivitas Sistem Temu Kembali Informasi, OPAC, Recall dan Precision.

Saturday, 8 February 2014

Lanjutan: Almanar Part 1

***
...Dari yang Fano katakan dapat diambil pelajaran, bahwa tidak seharusnya Mahasiswa berpangku tangan menunggu, menanti jaminan dari orang lain, sudah saatnya mahasiswa mengolah kreatifiatsnya untuk berkarya lebih kreatif lagi untuk tidak terjebak dalam keadaan yang busuk ini.
Di sisi lain ada tiga mahasiswa yang duduk berdampingan di tepian kelas, sesuai lokasi yang mereka duduki mereka juga memberikan ide dan gagasannya yang kian menepi tak terdengar, mereka tidak memberikan suara sedikitpun entaah apa yang ada dalam pikiran mereka pikirku saat itu. Beberapa saat ramainya kelas akan cita-cita dan rencana hari esok telah usai dibicarakan dan kelas dibubarkan dengan materi perkenalan mata kuliah dan kontrak belajar.
Pada minggu-minggu pertama kuliah hal kurang efektif itu terus berulang, hingga tiap dosen pada tiap mata kuliah sudah mengenalkan mata kuliahnya. Sampailah pada tahap yang membuat mahasiswa menentukan pilihannya untuk menjadi mahasiswa aktif, pasif atau tidak keduanya dengan tidak peduli. Kuliah perdana di semester I waktu itu dimulai. Ada sedikit perasaan senang, kaget, tertantang juga, dalam hati ku berkata:
"Ini saatnya ini saatnya.." iya saatnya untuk menjadi mahasiswa aktif, entah mengapa aku tertarik untuk berbicara di depan orang banyak. Menyusun, kata demi kata pada imajinasi untuk nanti ditanyakan atau diuraikan ke dalam kalimat yang indah, akademis, dan membuat sedikit lukisan senyum pada raut muka dosen, harapanku.

Tuesday, 4 February 2014

Lanjutan: Almanar Part 1

Oleh: Thoriq Tri Prabowo
***
...Iya pemaparan mengenai Haris di atas adalah informasi kecil yang saya dapatkan dari pertemuan pertama dengan Haris, yang hingga akhir OSPEK masih saya nobatkan menjadi satu-satunya teman yang bisa saya ajak ngobrol.
Berawal dari kesamaan tinggi badan dan kelompok dalam OSPEK ini saya dan Haris mulai berteman, bertukar nomor HP, saling memberitahu alamat kos, dan kadang-kadang saya mengunjungi kosnya yang terletak di gang sempit dekat kampus, yang jika untuk masuk ke gang kosnya mesin motor harus dimatikan, berarti saya harus mendorong sekitar 50 meter setiap main ke kosnya.
Haris adalah pribadi yang cukup visioner, dia memandang masa depan dengan penuh estimasi dan penuh perhitungan. Pada awal-awal kuliah dia sempat mengajari saya bagaimana mengelola keuangan, bagaimana berhemat di tanah rantau, sampai bagaimana mencari makanan dan ilmu gratis gratis pada kajian-kajian di sore hari yang diselenggarakan komunitas tertentu. Dia juga mengajari saya untuk menjadi mahasiswa kupu-kupu, apa itu mahasiswa kupu-kupu? Yaitu istilah Haris menyebut mahasiswa yang kerjaannya hanya kuliah-pulang kuliah-pulang saja. Semua pelajaran yang Haris ajarkan selalu saya perhatikan dengan seksama tetapi tidak saya laksanakan meskipun yang Haris ajarkan adalah tips-tips mengenai kebaikan, karena sangat bertentangan dengan pribadi saya, sehingga sangat sulit untuk dipraktekkan. Saya cenderung ceroboh, berperilaku spontan atau tidak terlalu pintar berencana dan sering melakukan sesuatu secara spontan, jarang ambil pusing, dan tidak mau repot sungguh pribadi yang jelek.

Di balik perbedaan tersebut kami berdua memiliki kesamaan, yaitu doyan film barat dan kadang-kadang menganalisis Bahasa Inggris untuk dipraktekin di dunia nyata, dan benar Haris telinganya lebih jernih, dia banyak menyaring kutipan-kutipan keren di dalam film. Selain itu ternyata kami juga memiliki sedikit kesamaan dalam selera musik yang kami dengarkan, yaitu musik-musik bergenre rock steady seperti Sublime, Shaggydog, Souljah dan lainnya. Pada masa itu saya masih ingat boyband dan girlband belum seheboh sekarang ini.

Perlunya Bahan Bacaan yang Menarik


Berbicara tentang belajar tidak bisa dilepaskan dari membaca. Karena memang sampai saat ini membaca merupakan metode belajar yang cukup efektif untuk digunakan. Banyak himbauan untuk membaca, baik di dinding sekolah, tempat umum, atau bahkan di ruangan pribadi ditempel untuk menumbuhkan minat membaca tersebut. Karena dengan membaca akan banyak pengetahuan yang diserap, begitulah harapannya.
Namun kenyataannya sedikit sekali yang mau membaca, baik anak – anak hingga dewasa pun enggan melakukan kegiatan yang bermanfaat tersebut. Berbagai jenis bahan bacaan, mulai dari buku teks yang terdapat di lingkungan akademik sampai dengan buku komersial yang sifatnya menghibur, masih kurang diminati di Indonesia. Dibuktikan dengan Laporan Human Development Report  tahun 2008/2009 yang dikeluarkan UNDP, menyatakan minat membaca masyarakat di Indonesia berada pada peringkat 96 dari negara di seluruh dunia. Kondisi ini sejajar dengan Bharain, Malta dan Suriname.

Preface Almanar Part 1

Oke perkenalkan nama saya Thoriq Tri Prabowo, saya biasa dipanggil Thoriq, Thor (Bukan Dewa Pemegang Palu Listrik) dan beberapa memanggil Riq saja. Dalam postingan kali ini saya akan menceritakan pengalaman muda saya bersama teman-teman saya tercinta.
Layaknya berinteraksi dengan orang baru, pasti manusia yang baru saja kenal akan berinteraksi dengan canggung. Tak terkecuali saya dan teman-teman baru saya di kampus baru saya. Salah satu universitas negeri di kota Yogyakarta. Datang jauh-jauh dari wilayah yang cukup terisolir dari kota kecil Temanggung Jawa Tengah yang berjarak kurang lebih 100 km hanya untuk mengais ilmu di Kota Pelajar, saya membawa segudang tekad, rencana, ambisi, idealisme dan cita-cita yang tinggi yang mungkin tidak dipahami oleh beberapa orang yang tidak merasakan kehidupan saya. Oke cukup berbicara mengenai hal yang abstrak dan berbelit-belit, langsung saja cerita di Kota Budaya, Kota penuh kenangan ini akan saya mulai.
Sore itu perasaan yang bercampur aduk mulai masuk ke otak saya yang akal itu berusia 18 tahun. Pasalnya setelah dinyatakan diterima di kampus idaman saya langsung membooking kamar kos yang sebenarnya saya sendiri kurang menyukainya karena lokasinya yang rada kumuh bersebalahan dengan selokan yang jika hujan airnya kadang meluap dan pasti bau lumpur menyengat hidung. Tapi bagaimana lagi sayang juga uangnya jika saya mengurungkan niat untuk tidak jadi mengambil kamar tersebut, lagian mencari sewaan kos bulanan yang harganya lumayan rada susah, jadi saya mantapkan untuk mengambil kamar tersebut. Singkat cerita saya menginap sendiri di kamar nomor 8, nyaris di tepian ruangan yang berbentuk lorong itu, agak seram tapi saya tetap menutup mata hingga pagi datang.

Monday, 3 February 2014

Pentingnya Pendidikan Politik

Sebentar lagi Indonesia akan menghadapi pemilu (pemilihan umum). Pemilu merupakan bukti bahwa Negara ini adalah Negara yang demokratis, tak terkecuali dalam pemilihan pemimpin bangsa. Agenda rutin lima tahunan ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan April tahun 2014. Seperti yang tertera dalam situs resmi pemilu 2014 (http://www.pemilu.com/pemilu-2014/) pemilu akan dilaksanakan dua kali yaitu Pemilu Legislatif pada tanggal 9 April 2014 yang akan memilih para anggota dewan legislatif dan  Pemilu Presiden pada tanggal 9 Juli 2014 yang akan memilih Presiden dan Wakil Presiden.

Masing-masing partai politik peserta pemilu pun sudah mempersiapkan calon yang akan dijagokan, sehingga selanjutnya hanyalah tugas rakyat dalam memilih pemimpin yang dianggap tepat. Sedikitnya ada sekitar 12 partai politik yang mengikuti pemilu, diantaranya adalah: Partai Nasdem, PKB, PKS, PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN, PPP, Partai HANURA, Partai Bulan Bintang dan PKPI. Sedangkan yang akan diisukan menjadi calon presiden diantaranya adalah Dahlan Iskan, Gita Wirjawan, Hayono Isman, Joko Widodo (Jokowi), Jusuf Kalla, Megawati Sukarnoputri, Prabowo Subianto, Pramono Edhie Wibowo, Rhoma Irama, Wiranto. Calon presiden yang berasal dari latar belakang profesi yang berbeda membuat pemilihan umum tahun ini menjadi ramai untuk diperbincangkan.

Friday, 10 January 2014

Tips Ngerjain Skripsi Versi Penulis Skripsi Amatir

Akhir-akhir ini di kampus lagi rame pada ngebicarain tentang skripsi. Mungkin di benak temen-temen skripsi itu adalah ‘mahasiswa banget’ gitu. Iya sih emang kebanyakan yang ngebicarain skripsi itu mahasiswa, lebih spesifik lagi mahasiswa semester akhir yang kalau ke kampus udah nggak ada temen (tragis). Karena mereka ke kampus biasanya kalau ada kepentingan saja, misal bimbingan, ngurus surat penelitian, ya serba-serbi skripsi yang begitu banyak untuk diceritakan. Konon begitu rumitnya hingga skripsi menjadi momok tersendiri bagi para mahasiswa. Apa benar demikian? Nah untuk itu saya yang juga kini tengah menggarap skripsi mempunyai beberapa tips untuk mengerjakan skripsi agar skripsi tidak menjadi momok yang mengerikan, tetapi sebaliknya menjadi hal yang menyenangkan (meski mustahil), hmm ketika Tuhan berkehendak apa sih yang nggak mungkin?

Oh ya sebelumnya saya akan bercerita mengenai pengalaman saya dulu mengenai ‘perksripsian’. Jadi pada saya hanya mahasiswa umumnya nggak rajin-rajin amat dan nggak males-males amat, nggak pinter-pinter amat dan nggak pandai-pandai amat, lah sama aja (ini kenapa jadi ngomongin amat?!). Ya gitu deh intinya saya biasa saja, tapi banyak temen-temen yang terus nanyain kenapa saya ngerjain skripsi cepet banget, apa saya tiap hari ke kampus inten bimbingan? Apa saya setiap hari ke perpus buat nyari referensi? Apa setiap hari saya nyari data di lapangan sepak bola? Apa setiap hari saya makan di burjoan? Dan masih banyak pertanyaan dari temen-temen mengenai kecepatan saya ngerjain skripsi. Saya sendiri juga heran dengan apa yang terjadi, mungkin lebih tepatnya bukan ‘cepat’ tetapi ‘tepat’. Kenapa tepat? Karena ada beberapa hal yang sebenernya nggak diketahaui temen-temen mengenai skripsi saya, tepat disini kalau dianalogikan semacam gini nih ketika temen-temen kebelet eek di tengah hutan dan tiba-tiba nggak sengaja muncul toilet hotel bintang 5 dari bawah tanah. Atau pas temen-temen dalam kondisi terburu-buru sedang mengendarai motor atau mobil tetapi kejebak traffic light tetapi selalu nyala lampu ijo. Nah sekarang paham kan apa  maksud saya, jadi emang timingnya tepat banget. Nah langsung aja deh beberapa tips ngerjain skripsi menurut saya (Penulis Skripsi Amatir) semoga anda insyaf. Lets check this out!

Saturday, 30 November 2013

Jangan Ragu Buat Nulis!

Halo! Selamat pagi! Selamat weekend! Selamat liburan! Selamat bersenang-senang! Sumpah aku kangen banget dengan kalian (kalian siapa sih emang?). Iya jadi maksudnya kangen sudah lama banget nggak mosting ke blog gitu, mungkin udah sekitar 3 atau 4 bulan mungkin, beneran nyesel banget ya sebenarnya. Kalo aja semuanya ngedukung, itu lho 2 bulan yang lalu aku ada tugas KKN (Kuliah Kerja NYata) di Gunungkidul jadi rada susah sinyal gitu, akses internet rada tersendat. Abis KKN langsung ada tugas baru dari kampus buat PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) di salah satu Universitas Swasta Yogyakarta, emang sih jam kerjanya dikit banget cuma 4 jam yaitu dari jam 08.00 – 12.00 tapi nggak tau ya kalo udah sampai kos mendadak jadi males ngapa-ngapain. Paling tiduran, mainan gitar, pokoknya nggak ada somethin’ important to do banget. Jadi melulu tiap hari ya gitu-gitu aja. Sebenernya penyebab utama aku lama nggak mosting adalah MALES, haha iya kudu diakuin. Bukannya males yang banget gitu, cuma beberapa terakhir bulan ini emang rada banyak deadline (bukan garis kematian) mulai dari Proposal Skripsi, Revisi, Bimbingan, dan banyak banget kerjaan yang berhubungan dengan akademis. Nah itu aku jadi sok kesibukan sok sok rajin gitu jadi males ngeblog karena dirasa kurang ngefek gitu kalo dilanggar, dan aku tau aku salah banget. Nulis di blog sebenernya bisa jadi kerjaan, nyalurin bakat, nyalurin TKI, dan banyak banget keuntungannya, dan mulai sekarang insyaalloh nih aku bakalan mulai nulis di blog lagi, sayang loh sama plakat di sidebar itu haha. Oke jadi temen-temen tau kan alasan kenapa aku jarang atau bahkan nggak pernah ngeblog untuk beberapa bulan terakhir ini.

Nah kalo tadi udah ngomongin penyebab absennya aku  dari dunia ngeblog sekarang enaknya ngebahas apaan ya? Sebenarnya banyak hal keren yang aku lewati sih selama absen ngeblog, tapi ya itu tadi karena nggak ditulis jadi lupa kadabra. Nah malah dapet ide nih mau nulis apa, aku di postingan ini nulis “pentingnya nulis sesuatu biar tujuan jelas, nggak gampang lupa, dan efek positif nulis lainnya”. Nah belum apa-apa ini bener kan nulis selalu bisa bikin hal baru, dari tadi nggak ad aide jadi langsung nemu ide. Nah enaknya mulai darimana nih? Oke deh aku bakalan mulai dari pentingnya nulis secara umum, secara yang aku tau aja lho, nanti temen-temen kalo punya pengalaman terkair bisa ikut share kok.
Nah ini sebelum mulai aku mau cerita dulu awal mula aku seneng nulis. Nulis atau kini mungkin istilah yang tepat ngetik karena jarang banget penulis buku kaya Raditya Dika bikin buku setebel kamus pake pensil 2B yang buat ujian.

Sunday, 26 May 2013

Digital Library is the Solution


Advancement of informatics and communications technology made a great change of society life style. Everything will be easy by technology, in other side people inclined to get anything  speedily, easily, and minimize. It caused by technology improve sketch of society life. In this case time is everything.
Information needing society also got a rise, they wish information were packed practically. Everyone need information even they have to move from their chair. Library as information provider have to see this fact. A library that could satisfy the user is a good library. It caused library is public service, so the principle purpose is to satisfied society information needing.
 Digital library concept answer of society desirability to access information. A part of society argued that digital library has a same meaning with virtual library, library automation, and electronic library. Many information specialist still disputing digital library definition. Digital library could be indicate by observe the characteristics.
Some characteristic of digital library according Tedd and Large are: A digital library must contain in a digital state (electronic source), Digital library exist in distributed network, The content of digital library comprises both data and metadata describing that data, A digital library is that its collection has been selected and organized for an identifiable user community, and A digital library can be extensions and enhancement of, or integrated into variety of institutional types including library but also other information-related organization such as museum and archives.

Wednesday, 22 May 2013

Istilah-Istilah Rumit pada Manajemen Koleksi

Nah temen-temen kali ini saya bakalan sharing sedikit mengenai definisi atau penjelasan dari istilah-istilah yang rada sulit dimengerti di dunia perpustakaan, khususnya dalam topik "Manajemen Koleksi", karena ini penting banget ya makanya saya mau share ke temen-temen juga perhatiin yak, boleh kok dikopi paste asal tetep dianalisis dan jangan lupa nyantumin sumber yak! Ini dia:
1.    Local content (Muatan Lokal)
 Muatan lokal = Literatur kelabu + Koleksi lokal
atau
Local Content = Grey Literature + Local Collection
mendefinisikan muatan lokal sebagai sumber-sumber informasi yang "memiliki karakteristik sebagai produksi lokal dan/atau mengandung karakteristik dari suatu entitas lokal (orang/kelompok, institusi, kejadian, lokasi geografis, budaya, dll)." (Liauw, 2005)
 Koleksi tesis/disertasi, simposium, laporan penelitian, dan publikasi internal masuk ke dalam kategori literatur kelabu, yang karena naturnya hanya dimiliki oleh institusi pendidikan tinggi yang menghasilkannya. Ini berarti bahwa keberadaan koleksi ini sangat rawan karena begitu salinan yang ada di institusi tersebut hilang atau rusak, maka hampir tidak mungkin untuk mendapatkan penggantinya. Institusi pemilik koleksi pada umumnya memberlakukan berbagai peraturan yang harus dipenuhi oleh pengguna untuk mengaksesnya.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...